Diduga Tak Sesuai Bestek, Warga Pertanyakan Fungsi Jalan Lapen Mawali – Pancuran

Diduga Tak Sesuai Bestek, Warga Pertanyakan Fungsi Jalan Lapen Mawali – Pancuran

Monday, 18 March 2019, March 18, 2019



CSNBitung, - Proyek pekerjaan jalan lapen Mawali – Pancuran Paket 3, Kecamatan Lembeh Utara, dengan anggaran Rp.341.600.000,- yang di kerjakan sejak 20 April 2019 sampai 120 hari kalender, yang dikerjakan CV Karanngetang Steel, diduga tak sesuai bestek, pasalnya jalan tersebut setelah selesai dikerjakan, sampai hari ini, tak bisa digunakan untuk dilalui kendaraan.

Seperti diungkapkan tokoh masyarakat Kecamatan Lembeh Utara, Karunia Lombonaung, Senin (18/3) kemarin. “Sangat disayangkan proyek yang menggunakan uang rakyat ini, setelah jalan dirintis tak bisa dilalui kendaraan, padahal itu pekerjaan jalan Lapen, seharusnya setelah selesai dikerjakan, bisa digunakan warga Pulau Lembeh,”ujar Lombonaung.



Lanjutnya juga, selaku warga Pulau Lembeh, dirinya sangat kecewa dengan pekerjaan tersebut, yang dinilai asal-asalan. “Memang sangat tidak layak, masakan dengan anggaran ratusan juta, pekerjaannya hanya diaspal  50 meter, kami minta aparat hukum turun lapangan dan memeriksa proyek di Pulau Lembeh,”ungkapnya.

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Bitung, Julius Sumanti, saat dimintai tanggapan mengenai hal ini, membantah. “Semua paket telah selesai dikerjakan, kalau tidak selesai kami tak akan diam apalagi dana sudah cair semuanya, memang semua kerja Mawali-Pancuran yang ada 3 paket, namun tidak sampai pada pengaspalan,”tuturnya.



Julius menambahkan, proyek tersebut hanya buka jalan, kecuali paket 3 bersinggungan dengan jalan Hotmix, jadi kami minta aspal biar cuma 50 meter, namun proyek tersebut mungkin masuk anggaran reguler Tahun 2019 juga, belum termasuk pengaspalan jalan tersebut, rencana akan masuk di anggaran perubahan 2019 atau reguler 2020. (ALe).

TerPopuler